Pages

Rabu, 23 April 2014

Keindahan Dataran Tinggi Dieng


Dataran Tinggi Dieng


Berbagai obyek Wisata Menarik bisa anda jumpai di Negeri yang indah ini ini. Wisata alamnya yang asri dan alami cocok bagi anda yang merindukan suasana pegunungan sebagai alternatif berlibur. Sejarah yang tersisa di dataran Tinggi Dieng pun menarik untuk disimak. Latar belakang Kisah yang melingkupinya dapat menambah wawasan selagi berwisata. 


A. Keindahan
Dataran tinggi Dieng berada pada ketinggian 2093 meter diatas permukaan laut,yang bersuhu berkisar 15—20°C di siang hari dan 10°C di malam hari. Terletak di antara dua daerah kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo. Pemandangannya sangat indah dan sejak dulu sudah menjadi pusat perkembangan kebudayaan di Indonesia. Sekitar akhir abad ke-19 dan permulaan abad ke-20, sudah banyak wisatawan berkunjung dan berwisata ke dataran tinggi Dieng terutama Bangsa Belanda. Hingga kini dataran tinggi Dieng menjadi tujuan wisata paling bergengsi di Indonesia. Dataran tinggi Dieng bagaikan negeri di atas awan. Karena keindahannya yang menakjubkan inilah diyakini bahwa Dieng dipilih sebagai tempat yang sakral dan tempat bersemayamnya dewa dewi.
 



B. Nilai Estetik
Kawasan Dataran Tinggi Dieng dikenal dengan keindahan alamnya yang eksotis. Di Kawasan Dataran tinggi Dieng sendiri terdapat beberapa obyek wisata alam yang cukup indah. Diantaranya adalah Telaga Warna, Kawah Sikidang, Telaga Menjer, serta pemandangan pegunungan lain seperti Gunung Sindoro.
Tidak hanya itu saja, Dieng juga dikenal dengan negeri yang subur dan juga makmur. Pertanian jenis sayur seperti kentang menjadi komoditi utama yang dihasilkan oleh masyarakat di sana. Bahkan kentang asli Dieng memiliki kualitas yang sangat tinggi dan dipakai untuk bahan baku kentang goreng di salah satu merek terkenal di dunia.
Satu hal yang juga tak kalah terkenal dari Dieng, penduduk setempat menyebutnya 'anak gembel' atau anak gimbal. Menurut kepercayaan warga setempat, anak gimbal merupakan anugerah dari para dewa sehingga fenomena ini patut disukuri. 

Kamis, 27 Maret 2014

Analisis Puisi "Dengan Puisi, Aku" karya Taufiq Ismail

 
DENGAN PUISI, AKU
Dengan puisi aku bernyanyi
Sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercinta
Berbatas cakrawala
Dengan puisi aku mengenang
Keabadian Yang Akan Datang
Dengan puisi aku menangis
Jarum waktu bila kejam mengiris
Dengan puisi aku mengutuk
Nafas zaman yang busuk
Dengan puisi aku berdoa
Perkenankanlah kiranya
 
Puisi “Dengan Puisi, Aku” karya Taufiq Ismail ini termasuk dalam jenis puisi diaphan. Hal ini karena pembaca dapat dengan mudah mengerti maksud yang ingin disampaikan Taufiq Ismail. Berikut penggalan puisi yang menggunakan bahasa kias, tetapi masih dapat dipahami isinya oleh pembaca.
 
Tema Puisi: 
Dalam puisi ini, penyair memberikan tema kemanusiaan. Melalui peristiwa atau tragedi yang digambarkan penyair dalam puisi ini berusaha meyakinkan ketinggian martabat manusia,oleh karena itu manusia harus dihargai.
 
Nada dan Suasana Puisi:
Dalam puisi ini, penyair memberikan nada yang kharismatik. 
 
 Perasaan dalam puisi 
Puisi mewakilkan perasaan penyair dalam menjiwai puisi.

Analisis Puisi "

Kamis, 20 Maret 2014

Kebudayaan Suku Samin


Suku Samin



Suku samin adalah salah satu suku yang ada di Indonesia. Masyarakat ini adalah keturunan para pengikut Samin Surosentiko yang mengajarkan sedulur sikep, di mana mereka mengobarkan semangat perlawanan terhadap Belanda dalam bentuk lain di luar kekerasan. Bentuk yang dilakukan adalah menolak membayar pajak, menolak segala peraturan yang dibuat pemerintah kolonial. Masyarakat ini acap memusingkan pemerintah Belanda maupun penjajahan Jepang karena sikap itu, sikap yang hingga sekarang dianggap menjengkelkan oleh kelompok di luarnya.
Suku Samin sendiri juga mengisolasi diri hingga baru pada tahun '70-an, mereka baru tahu Indonesia telah merdeka. Kelompok Samin ini tersebar sampai Jawa Tengah, namun konsentrasi terbesarnya berada di kawasan Blora, Jawa Tengah dan Bojonegoro, Jawa Timur yang masing-masing bermukim di perbatasan kedua wilayah

Ajaran Samin
Paham Saminisme dinamakan "Agama Nabi Adam". Ajaran Saminisme yang terwariskan hingga kini sebenarnya mencuatkan nilai-nilai kebenaran, kesederhanaan, kebersamaan, keadilan, dan kerja keras.
Ajaran Samin ada 3 yaitu:
1. Angger-angger pangucap (hukum bicara)
2. Angger-angger pratikel (hukum tindak tanduk)
3. Angger-angger lakonono (hukum perihal yang perlu dijalankan).

Konsep Ajaran Samin
Pengikut ajaran Samin mempunyai 6 ajaran, yaitu:
1.Tidak bersekolah
2.Tidak memakai peci, tapi memakai “iket”, yaitu semacam kain yang diikatkan di kepala
3.Tidak berpoligami
4.Tidak memakai celana panjang, dan hanya pakai celana selutut
5.Tidak berdagan,
6.penolakan pada kapitalisme

Kebudayaan:
Sikap
Walaupun masa penjajahan Belanda dan Jepang telah berakhir, orang Samin tetap menilai pemerintah Indonesia saat itu tidak jujur. Oleh karen itu, ketika menikah mereka tidak mencatatkan dirinya baik di Kantor Urusan Agama/(KUA) atau di catatan sipil. Secara umum, perilaku orang Samin/ 'Sikep' sangat jujur dan polos tetapi kritis.

Bahasa
Mereka tidak mengenal tingkatan bahasa Jawa, jadi bahasa yang dipakai adalah bahasa Jawa ngoko. Bagi mereka menghormati orang lain tidak dari bahasa yang digunakan tapi sikap dan perbuatan yang ditunjukkan.

Pakaian
Pakaian orang Samin biasanya berupa baju lengan panjang tanpa kerah, berwarna hitam. Laki-laki memakai ikat kepala. Untuk pakaian wanita bentuknya kebaya lengan panjang, berkain sebatas di bawah tempurung lutut atau di atas mata kaki.

Mata Pencaharian
Sebagian besar masyarakat Samin sekarang ini adalah petani. Pandangan terhadap lingkungan sangat positif, mereka memanfaatkan alam misalnya, mengambil kayu secukupnya saja tidak pernah mengeploitasi. Hal ini sama sesuai dengan pikiran masyarakat Samin yang cukup sederhana, tidak berlebihan, dan apa adanya. Tanah bagi mereka ibarat ibu sendiri, artinya tanah memberi kehidupan bagi mereka. Sebagai petani tradisional maka tanah mereka perlakukan sebaik-baiknya.

Sistem kekerabatan
Dalam hal kekerabatan masyarakat Samin memiliki persamaan dengan kekerabatan Jawa pada umumnya. Sebutan-sebutan dan cara penyebutannya sama. Hanya saja mereka tidak terlalu mengenal hubungan darah atau generasi lebih ke atas setelah Kakek atau Nenek.
Pernikahan
Menurut Samin, perkawinan itu sangat penting. Dalam ajarannya perkawinan itu merupakan alat untuk meraih keluhuran budi yang seterusnya untuk menciptakan “Atmaja (U)Tama” (anak yang mulia).

Pemukiman
Pemukiman masyarakat Samin biasanya mengelompok dalam satu deretan rumah-rumah agar memudahkan untuk berkomunikasi. Rumah tersebut terbuat dari kayu terutama kayu jati dan juga bambu, jarang ditemui rumah berdinding batu bata. Bangunan rumah relatif luas dengan bentuk limasan, kampung, atau joglo. 

Sumber:

Senin, 28 Oktober 2013

Buruh tuntut gaji 3,7 juta rupiah

http://www.suara-islam.com/images/berita/buruh-demo-1_20131021_142600.jpg
Buruh memiliki posisi yang sangat strategis dalam perputaran produksi suatu komoditas. Tanpa buruh, proses produksi satu komoditas tidak akan dapat berjalan.

Namun demikian, posisi ini ternyata tidak dipandang oleh kelas pengusaha. Para pengusaha sering memberi upah buruh yang jumlahnya tidak dapat digunakan untuk memenuhi standar hidup laik.

Padahal, biaya kebutuhan hidup selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya. Sementara itu, buruh selalu menerima upah yang tidak pernah bertambah.

Hal itu menyebabkan sejumlah buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan sejumlah aliansi menggelar demonstrasi. Mereka menuntut kenaikan upah demi tercapainya standar hidup layak.

Rencananya sebanyak tiga juta buruh dari berbagai elemen mengancam melakukan aksi mogok nasional pada tanggal 31 Oktober dan 1 November 2013 mendatang. Aksi itu sebagai tuntutan agar upah 2014 naik 50 persen dari Rp 2,2 juta menjadi Rp 3,7 juta.

"Kita akan lumpuhkan semua industri, pelabuhan dan bandara. Tidak ada yang bekerja nanti," ujar Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.


 Opini:
"Menurut saya buruh perlu lebih dihargai oleh para pengusaha karena tanpa buruh, proses produksi satu komoditas tidak akan dapat berjalan. Namun dengan tuntutan gaji buruh sebesar 3,7 juta rupiah itu cukup merugikan bagi pihak pengusaha"

Senin, 21 Oktober 2013

Tarif Monorail dijamin tak mahal

Jakarta - Dilanjutkannya pembangunan megaproyek monorel membawa angin segar bagi warga ibu kota yang selama ini memimpikan angkutan umum yang canggih dan bisa diandalkan.

Apalagi, moda transportasi massal berbasis rel itu nantinya bisa mengangkut sekaligus ribuan penumpang sekali jalannya. Namun hingga sejauh ini pemerintah provinsi DKI Jakarta masih belum dapat memperkirakan berapa besaran tarif untuk naik monorel.

Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang DKI Jakarta Sarwo Handayani menuturkan soal tarif monorel hingga saat ini masih belum diputuskan. Tetapi ia menjamin tarif per penumpang yang akan diterapkan nantinya akan disesuaikan dengan kemampuan ekonomi penduduk.

“Masih dihitung. Tapi seperti yang Pak Gubernur Jokowi sampaikan, kalau nanti mahal, enggak ada yang naik dan dia yang akan rugi. Jadi pasti akan memperhitungkan kemampuan masyarakat,” kata Sarwo yang biasa disapa Yani kepada detikcom, akhir pekan lalu.



Direktur Teknis PT Jakarta Monorail Rosa Bonavantoo memprediksi di tahun pertama penumpang monorel bisa mencapai 260 ribu dalam sehari dengan perkiraan sebagian masyarakat yang bekerja di Kuningan dan Sudirman.

“Hitungan dari konsultan kami itu bisa 260 ribu orang sehari. Ada sekitar 200 gerbong yang siap menjadi rangkaian secara bergantian. Enam tahun ke depan sehari bisa lebih dari 300 ribu penumpang,” ujarnya kepada detikcom, Jumat pekan lalu.

Namun pengamat transportasi dari Institut Studi Transportasi (Instran) Izul Waro menyangsikan perkiraan pihak PT Jakarta Monorail. Bahkan Izul menganggap PT Jakarta Monorail terlalu berlebihan dalam mempresentasikan jumlah penumpang monorel yang diprediksi mencapai 260 ribu sehari.

Angka ini, di mata Izul tidak logis dan berlebihan. Dengan panjang jalur dan kapasitas monorel nantinya, baginya angka ideal adalah 70 ribu dalam sehari pada tahun pertama beroperasi. “Paling bagus 100 ribu orang sehari. Itu juga sudah paling bagus dan luar biasa,” katanya kepada detikcom, kemarin.





Opini :

"Menurut saya proyek monorail ini perlu dikembangkan. Dan jangan hanya sekedar angan-angan saja, karena monorail dapat mengurangi kemacetan di jakarta yang semakin ramai. untuk tarif sebaiknya tidak terlalu mahal dan harus di sesuaikan dengan perekonomian penduduk"

Senin, 07 Oktober 2013

Bersaing dengan Mobil Murah, Esemka Siap Diproduksi 40 Unit Per Bulan

Jakarta - Produsen mobil Esemka PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) siap memproduksi mobil Esemka sebanyak 40 unit per bulan dengan dua tipe yakni tipe SUV bernama Rajawali dan tipe pick-up dengan nama Bima.

"Awal 40 unit dulu. 10 Oktober ini mulai assembly, kita trial di Malang, Kediri, Surabaya, Solo, dan Salatiga. Bulan ini produksi massal diharapkan November sudah ada di tangan customer," kata Public of Communications PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) Budhi Martono saat ditemui di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu (6/10/2013).

Budhi mengungkapkan untuk 1 unit mobil Esemka tipe SUV Rajawali kapasitas 5 orang dan sudah dilengkapi futir keamanan maksimal, PT SMK membandrol dengan harga Rp 140 juta per unit, sementara untuk jenis Esemka jenis pick-up Bima dibandrol dengan harga Rp 70 juta per unitnya.

"Produksi untuk Indonesia kita maksimalkan fitur kita seperti AC, power steering, central lock power window, CD player, electric mirror, rem nya ABS, dilengkapi EBD, pokoknya fitur keamanan maksimal, sedangkan untuk Esemka Bima juga dilengkapi AC, power steering, dengan mesin 1100 cc, kapasitas 850 kg, dan flat deck TW bisa dibuka di 3 sisi," ungkapnya.

Budhi mengklaim mobil Esemka Rajawali masih lebih murah dibandingkan dengan mobil murah dan ramah lingkungan (LCGC).

"Mobil kita lebih murah dari mobil murah karena mereka harga Rp 76 juta itu tanpa AC dan power steering tanpa velek tanpa ABS, kalau fitur-fitur dikasih semua, mereka harganya bisa jadi Rp 152 juta," kata dia.

Saat ini, pihaknya baru akan memproduksi massal 40 unit mobil Esemka untuk satu bulan.

"Kita 40 unit dulu sebulan, dikali 12 bulan, nggak banyak-banyak. Kita nggak hanya berjualan mobil tapi bagaimana membangkitkan kebanggaan produk dalam negeri," kata dia.

Ternyata ESEMKA sudah siapp produksi massal bahkan harganya lebih murah dari harga Mobil Murah LGCC. Sungguh membanggakan,

Opini:
Menurut saya mobil Esemka sudah cukup banyak perkembangannya. Kita juga perlu mendukung produk lokal agar mampu menyaingi produk otomotif raksasa di luar negeri. Namun dengan banyaknya persaingan mobil yang murah, juga pasti akan berdampak pada kemacetan.